Setiap barang elektronik pasti ada ‘nyawa’ nya , sekecil / sebesar / secanggih apapun jenisnya, harus memiliki ‘nyawa’ berupa OS / Sistem Operasi untuk kegiatan operasionalnya. Sebuah kalkulator pun ada OS nya. Tingkat Kerumitan sebuah OS pasti berbeda sesuai kebutuhan dan tujuan penggunaanya. Sebuah Nokia 3310 memiliki OS yang jauh lebih sederhana dibanding sebuah Samsung Galaxy.
Dan untuk sistem operasi handheld Apple, dibuatlah iOS.
iOS awalnya hanya untuk iPhone, dengan nama iPhone OS. Seiring waktu, maka berubah kegunaan dan fungsinya meluas sehingga bisa diaplikasikan kepada produk2 berikutnya, iPod, iPad, dan Apple TV. Berbed dengan Symbian dan Android yang bisa di lisensi ke berbagai merk, iOS tertutup hanya untuk iDevuces (alat2 buatan Apple). Sehingga jika dibandingkan Android, iOS kalah cepat dalam peng-adopsi-annya. (nanti kita akan bicara lebih luas mengenai iPhone, iPad dan iPod Touch, karena mereka bagian dari hardware iOS)
Apple semenjak perancangan iPhone awal, membutuhkan sebuah OS yang cocok, ringan, namun tetap simple. Maka dengan konsep dasar dari OSX, dibuatlah antarmuka dan ‘feeling‘ yang sama ke dalam iOS.
In iOS, there are four abstraction layers: the Core OS layer, the Core Services layer, the Media layer, and the Cocoa Touch layer. The current version of the operating system (iOS 5.0.1) uses roughly 770 megabytes of the device’s storage, varying for each model.[6] - WIkipedia
Terdapat 4 lapis ‘kegiatan’ dalam iOS , Inti OS , Inti Service, Lapisan Media, dan lapisan Sentuh Cocoa.
iOS Sendiri pertama diperkenalkan di Macworld Conference pada 9 Januari 2007 . Yang kemudian menemani peluncuran iPhone pada Juni 2007. Pertama memang enggak diperkenalkan sebagai OS khusus smartphone, namun sebagai ‘iPhone yang berjalan diatas OSX’. Penamaan iOS sendiri di lisensi dari Cisco Systems, karena Cisco sebelumnya sudah memiliki hak untuk penamaan IOS (internetwork operating system).
- kok teknis banget ngomong nya gan ?
Hehe, ya udah kita bahas dari sisi orang awam aja ya, untuk info yang super jelas, silahkan cek Wikipedia iOS [inggris] – [indonesia] . Disana udah dirangkum sejelas mungkin apa sih iOS itu .. Pada dasarnya , semenjak pengenalannya di 2007, iOS didesain untuk memenuhi kebutuhan orang akan Komunikasi, Internet, Multimedia, dalam sebuah gadget. Maka pengintegrasian iTunes sebagai Pasar musik / Apps ke dalam iPhone semakin memperkuat konsep dasar itu. Karena pada waktu itu cuma Apple yang bisa membuat sebuah pasar multimedia terpadu. Alias ekosistem kuat dengan jajaran desktop/portables/ beserta multimedia players nya.
Setiap revisi dari iOS selalu dilakukan penambahan fitur baru, mulai dari perbaikan sinyal, editing video di iPhone/iPad, integrasi jaringan sosial, fotografi HDR (ip4 dan 4S) serta beberapa program andalan lainnya. Termasuk yang paling terakhir, sebuah asistan digital, Siri yang menjadi andalan iPhone4S.
TAMPILAN AWAL
Pastinya setiap OS untuk HP / Smartphone, memiliki Home Screen. Di iOS dinamakan Springboard. Ciri khas iOS adalah grid icon 5×4, dengan baris paling bawah adalah dock untuk 4 program yang utama / paling sering kita gunakan. HomeScreen / Springboard bisa dipanggil dengan menekan tombol Home pada iPhone / iPad / iTouch 1x. Sebuah Status bar ditambahkan pada bagian paling atas layar untuk menampilkan informasi Sinyal, Kapasitas Batre, Jam, Wifi, iTunes. Sejak iOS 3 , ditambahkan sebuah spotlight search di layar paling kiri. Berbeda dengan Android dimana tampilan awal nya berupa sebuah tempat kosong yang bisa kita isi Widget / shortcut aplikasi / informasi lainnya, di iOS tampilan awal memang dibatasi hanya icon aplikasi saja.
FOLDERS
Diperkenalkan pada iOS 4 , folders adalah fitur tambahan untuk meng-organisir aplikasi jika anda memiliki aplikasi yang banyak banget , berpuluh2 halaman hehehe … Folders ini cukup pintar juga dalam mengkelompokan aplikasi yang dimasukkan, ia akan mengenali apakah games yang dimasukkan termasuk dalam jenis Adventure, Strategy atau Action
. Cukup tekan dan tahan satu icon, setelah mereka goyang, timpa ke icon yg lain. Crot! maka jadilah sebuah Folder.
NOTIFICATION CENTER
Nah ini dia fitur yang banyak dibilang curian dari Android .. hehe .. Pada dasarnya NC memberikan info dasar dari peristiwa yang terlewat atau tidak sempat kita buka, seperti SMS, status Facebook, YM Chat, Cuaca, dll. Cukup swipe jari kita dari layar paling atas ke bawah, maka NC terbuka. Diperkenalkan sejak iOS5, NC dijadikan salah satu fitur daya tarik pada promosi iPhone terbaru. Apapun yang dibilang, Apple bisa mendesain Notification Center lebih elegan dibanding versi Androidnya. Namun untuk fungsi, versi Android (sekarang) masih lebih maju.
MULTITASKING
Satu hal yang banyak di tuntut oleh user untuk semua smart device, adalah kemampuan untuk Multitasking. Layaknya semua OS modern, multi tasking atau kemampuan melaksanakan / menjalankan beberapa program bersamaan adalah wajib hukumnya. Multitasking telah di dukung di OS sebelum versi 4. Namun terbatas hanya aplikasi bawaan iPhone saja. Sejak versi 4 , multitasking telah di perbolehkan untuk aplikasi ke3. Untuk mendukung daya tahan batre dan tetap mempertahankan kualitas aplikasi yg tengah berjalan, maka aplikasi background di simpan dalam keadaan ‘ pause‘ . Maka banyak yang menyebutnya sebagai Pseudo MultiTasking. Lain halnya dengan WebOS dan Playbook OS yang terlihat nyata Multi Taskingnya.. Hal ini sengaja di desain Apple karena kualitas batre dan lag-free experience jauh lebih baik dibanding multitasking beneran
Multi Tasking dapat di aktifkan dengan menekan tombol Home 2x.
GAME CENTER
Anggap game center sebagai facebook untuk gamers di iOS. Sebuah Social application untuk games2 iOS. Untuk game2 yg support Game Center, maka statistik permainan kita, teman2 permainan dan hal2 yang berhubungan dengan games yg ada bisa di lakukan. Mengajak teman bermain, mencari lawan main, atau menerima tantangan. Namun hingga kini GameCenter enggak terlalu populer.. Kenapa ya ?
–
Banyak yang menganggap iOS bergerak terlalu lambat untuk fitur sebuah smartphone. Misalnya, hingga versi 5, user belum bisa menggunakan MP3 sendiri secara langsung untuk ringtone. sedangkan sebuah hape cina seharga 200rb-an sudah mampu ber MP3 ria sejak keluar dari pabrik. Banyak juga yang tidak mengerti kenapa Apple begitu lambat dalam menerapkan sebuah teknologi baru yang sudah beredar di OS lain ke dalam iOS.. Apalagi keadaan iOS yang tertutup membuat banyak yang protes agar dibuat OpenSource seperti OS lain.
Namun seperti halnya Alm. Steve Jobs, Apple pasang kaca mata kuda dan maju melenggang. Beberapa hal yang justru menjadi unggulan iOS sebagai OS yang closed soure/ tertutup, Terkendalinya sistem kontrol dan performa OS terhadap Hardware yang ingin dipasangkan. Sebuah iPhone 3G pasti tidak akan kuat jika dipasangkan OS5. Kontrol secara total Apple terhadap iOS ternyata membawa berkah tersendiri.. Malware yang terdapat di APPstore bisa dibilang minim atau bahkan enggak ada sama sekali.. Karena saat seorang Developer mengirip aplikasi untuk ditaruh di App Store, harus melalui proses moderasi oleh Apple. Bisa dibandingkan dengan Android Marketplace yang penuh dengan Malware .. bahkan aplikasi yang enggak jelas pun bisa diperjual belikan dengan bebas.. karena Google memegang teguh prinsip Open. Sisi negatif dari Kontrol Apple adalah tidak bolehnya ada aplikasi yang terlalu bebas dalam mengontrol iOS, misalnya aplikasi Tweak atau Personal Hotspot (walau ada di iOS5 utk iP4 – 4S, namun untuk 2G-3GS enggak ada) dan beberapa hal negatif lainnya.
Setelah mencoba Android, Windows Mobile, dan Symbian sebagai OS dalam HP2 terdahulu, aku akhirnya menemukan bahwa iOS lah yang pas. Dengan kelebihan dan kekurangannya, serta kebebasan yang ‘direnggut‘ dari user, iOS tetap jadi pilihan
(akan terus ditambah / diperbaiki )
Recent Comments