Mau enggak mau , IPv6 akan dipakai dimana2. Apasih IPv6 ? Kita perkecil lagi, apa sih IP ? IP, singkatan dari Internet Protocol, adalah salah satu sistem peng-alamat-an di Internet. Pendeknya, adalah ‘alamat’ dari internet kita. Bayang kan rumah , nah nama jalan tersebut adalah serupa dengan IP address yang ada saat kita terhubung dengan internet / jaringan.
Kok ane perlu tahu yang ginian gan ?
Karena IP ini dipakai oleh semua alat yang berhubungan dengan internet.. iPhone, Macs, iPads semua akan berhubungan dengan si IPv6 ini. Dengan adanya IPv6 , maka nantinya bukan hanya alat komputer / gadget saja yg bisa dikasi IP address, tapi sepatu agan2 juga bisa
Aneh banget ya ? Yuk cerita2 singkat (dikumpulkan dari berbagai sumber di internet) . Aku gak bakal cerita secara teknis yg susah, karena agan bisa googling dan cari sendiri blog/situs yang jauh lebih lengkap. Awalnya sebuah sistem peng-alamat-an yang universal diperlukan pada awal internet lahir. Sejak 1960-an mulai dicari cara & standar yang pas. Pada awal 1980-an IP sudah menjadi bagian dari internet (walau masih kecil) dari ARPANET . dengan sebuah sistem 32bit, IP pada waktu itu dianggap sudah cukup mumpuni dan tahan untuk masa depan , karena sanggup menampung 4,294,967,296 nilai. Sekitar 0,5 Miliar dari alamat tersebut telah di alokasikan untuk tujuan khusus, sedangkan sekitar 3,5 milyar lainnya boleh dipakai untuk kepentingan Internet. Tapi dengan kecepatan pertumbuhan Internet sekarang , hal ini jadi terlihat kuno… Pada 2007 saja , hanya tersisa 1,3 Milyar nilai saja … dan dipastikan 7,5 tahun lagi alamat internet bisa habis .. (dan bisa lebih cepat lagi jika pertumbuhan internet makin pesat).
Nah daripada nanti terjadi ke-galau-an , eh kekacauan Internet gara-gara alamatnya habis, maka harus dicari satu jalan baru.
DI tahun 1995 (baru diimplementasikan tahun 1999) ditemukan lah sebuah standar baru dengan nama IPv6 , bukan karena ada 5 versi sebelumnya, tapi kebetulan karena nilai paket untuk standar baru ini dimulai dari angka 6, maka lahirlah nama IPv6, dan standar lama dinamakan IPv4 (terlalu banyak versi yang beredar mengenai penamaan) . Dengan standar IPv6 , maka sistem 128 bit lah yang digunakan. Dengan 128 bit, maka nilai yang bisa dihasilkan :
340,282,366,920,938,463,463,374,607,431,768,211,456
Keren kan
hehe .. banyak banget itu , dengan ini , diharapkan bisa bertahan puluhan tahun ke depan, bahkan dengan slot nilai sebanyak itu, bisa jadi semua barang di rumah , termasuk kompor dan gayung mandi agan bisa diberikan IP address heuheu .
Seperti apa bentuk barunya ?
Pada IPv4, struktur alamatnya seperti ini :
192.168.1.1
Dari atas terlihat penomerannya lebih sederhana, dan karena pe-nomerannya dibagi menjadi empat (4) blok [ a.b.c.d ] , setiap blok jadi terbatas, satu blok berwujud 8 bit , sehingga hanya memiliki nilai dari 0-255 .
Blok pertama adalah pengenalan untuk setiap jaringan. Oktet pertama ini juga memiliki Kelas (pengelompokan) yang berguna untuk menentukan IP Address ini digunakan untuk apa.
untuk penjelasan lebih lanjut , cek link : Wikipedia
Nah , kalo pada IPv6 , peng-alamatan di buat sedikit rumit (karena luasnya kemungkinan untuk penomeran), ini contohnya
21da:00d3:0000:2f3b:02aa:00ff:fe28:9c5a
dari artikel diatas, IPv6 berbentuk 128bit, untuk informasi sebanyak itu, maka alamat nya dibagi menjadi 8 blok [ a : b : c : d : e : f : g ] dan setiap bloknya terdiri dari 16bit informasi (Banyag banged) yang kemudian dipindah / dikonversi menjadi hexadecimal 4 digit . Pemisahan alamat dilakukan dengan mencantumkan : (titik dua) dibanding IPv4 yang menggunakan . (titik) .. Penomeran pun pindah dari decimal (IPv4) menjadi hexadecimal .
Berikut contoh nya (dikutip dari Wikipedia)
Berikut ini adalah contoh alamat IPv6 dalam bentuk bilangan biner:
0010000111011010000000001101001100000000000000000010111100111011000000101010101000000000 1111111111111110001010001001110001011010Untuk menerjemahkannya ke dalam bentuk notasi colon-hexadecimal format, angka-angka biner di atas dibagi ke dalam 8 buah blok berukuran 16-bit:
0010000111011010 0000000011010011 0000000000000000 0010111100111011 0000001010101010 0000000011111111 1111111000101000 1001110001011010Lalu, setiap blok berukuran 16-bit tersebut dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal dan setiap bilangan heksadesimal tersebut dipisahkan dengan menggunakan tanda titik dua. Hasil konversinya adalah sebagai berikut:
21da:00d3:0000:2f3b:02aa:00ff:fe28:9c5a
Waduh banyak banget euy , apa gak bisa disederhanakan lagi ?!? Bisa kok :)
Penyederhanaan bentuk alamat
Alamat di atas juga dapat disederhanakan lagi dengan membuang angka
0pada awal setiap blok yang berukuran 16-bit di atas, dengan menyisakan satu digit terakhir. Dengan membuang angka0, alamat di atas disederhanakan menjadi:21da:d3:0:2f3b:2aa:ff:fe28:9c5aKonvensi pengalamatan IPv6 juga mengizinkan penyederhanaan alamat lebih jauh lagi, yakni dengan membuang banyak karakter
0, pada sebuah alamat yang banyak angka0-nya. Jika sebuah alamat IPv6 yang direpresentasikan dalam notasi colon-hexadecimal format mengandung beberapa blok 16-bit dengan angka0, maka alamat tersebut dapat disederhanakan dengan menggunakan tanda dua buah titik dua (:). Untuk menghindari kebingungan, penyederhanaan alamat IPv6 dengan cara ini hanya bisa digunakan sekali saja di dalam satu alamat, karena kemungkinan nantinya pengguna tidak dapat menentukan berapa banyak bit0yang direpresentasikan oleh setiap tanda dua titik dua (:) yang terdapat dalam alamat tersebut. Tabel berikut mengilustrasikan cara penggunaan hal ini.
Alamat asli Alamat asli yang disederhanakan Alamat setelah dikompres fe80:0000:0000:0000:02aa:00ff:fe9a:4ca2fe80:0:0:0:2aa:ff:fe9a:4ca2fe80::2aa:ff:fe9a:4ca2ff02:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0002ff02:0:0:0:0:0:0:2ff02::2
Trus selain alamat, apalagi manfaat lainnya ?
Cukup banya, diantaranya yang pasti adalah keamanan, efisiensi pengaturan jaringan , dan beberapa kemampuan teknis lainnya, bisa dicoba cek link Taryana Suryana . Pastinya diharapkan internet bisa lebih luas dan efisien dengan IPv6
Tapi … sesuatu yang baru tentunya butuh adaptasi, apalagi fitur2 barunya bisa membuat kerumitan baru jika tidak dipahami dengan baik. Maka butuh kerjasama pemerintah negara masing2 untuk men sosialisasikan dan meng adopsi teknologi baru ini , karena bukan hanya sebuah keharusan, tapi kewajiban. Apalagi saat ini hampir seluruh tempat di dunia ini terhubung dengan internet ..
Ane harus ganti2 apa aja gan biar bisa pakai IPv6 ?
Untuk urusan di pemerintah, server internet, Internet Provider, dll yang ga ada di rumah agan, cukup serahkan kepada mereka, ,kita ga usah bingung. Karena mereka semua dah memegang standar apa saja yang harus dikerjakan.. Buat agan, cukup perhatikan perangkat yang agan miliki (yang terhubung ke internet) . Untuk laptop / komputer biasanya yang telah di beli 5 tahun terkahir rata2 sudah siap mendukung IPv6, tentunya didukung dengan OS yang pas ya … untuk Windows , selama agan menggunakan Vista / 7 , agan sudah aman, karena mereka mendukung 2 protokol, dan mereka bisa dikonfigurasi secara manual atau otomatis.
Untuk Windows XP, silahkan cari yang sudah di enable IPv6 nya. Untuk MAC, update Snow Leo anda ke versi terbaru , maka IPv6 didukung dengan Baik. untuk Lion sudah gak ada masalah.
Kesimpulannya apa gan ?
Bagi yang tinggal dan mengakses internet di rumah, saat IPv6 ini resmi beredar dimana2 maka enggak akan terlalu kerasa bedanya dengan IPv4. Apalagi sekarang semua Router, Modem, Switch etc etc semua pengaturan alamat telah dengan ‘pintar’ dilakukan tanpa sepengetahuan kita. Yang akan menarik adalah kita akan melihat keragaman variasi produk2 internet di masa depan. Sebuah konsep multihoming akan diperkenalkan juga dengan IPv6, dimana semua akan memiliki IP address sendiri2, hebatnya, dengan ini maka kemanapun kita pergi / pindah tempat, IP address yg sudah ada akan terus melekat di alat kita, sehingga gak akan ada lagi namanya bentrok IP address, gonta ganti IP, dan masalah lainnya
dengan adanya subnetwork, maka makin banyak alat / gadget / device yang bisa terhubung ke internet, konsep cloud yang menghubungkan setiap alat di rumah kita akan lebih efisien lagi nantinya .. Untuk para Network Admin, banyak hal yang gak bsa dilakukan di IPv4 bisa berubah di v6 . Pemerintah kita dengan Telkom (bahkan ada badan2 independen lainnya) sudah mulai melakukan sosialisasi pentingnya migrasi ke IPv6..
Nah dengan demikian aku harap agan2 dah bisa mengerti maksud dan arti dari IPv6, untuk penjelasan yang lebih teknis nya, silahkan cek situs2 berikut :
2 Responses to IPv6 , apa sih ?
Irfannur Diah
January 24th, 2012 at 19:06
emm,. Thanks Sob, Ilmu ea!!! emm,. Mulai Sekarang Gw beralih lh ke IPv6 dan gan gw mau tanya kenapa IPv huruf “v” ea mesti kecil,.!! emang ada sejarah ea ea???
gungde
January 24th, 2012 at 19:28
v nya itu = version , IPv6 (Internet Protocol version 6) , ga tau ada sejarahnya apa enggak, cuma biasanya versi itu memang kecil hurufnya